Kayu Merah
Apa yang udah kamu kasih buat ayahmu?
pertanyaan yang muncul ketika aku bercermin.
L-A-M-P-U-N-G!
A: ke Lapung yuk!
B: ha? jadi ke Lampungnya? kapan? :(
A: aku ngajak kamu. kita tinggal di Lampung selamanya. Mau gak?
B: mau, mau banget malahan. tunggu aku lulus dulu ya tapinya :)
bukan orang lain yang menjalani, semuanya ada pada dirimu sendiri. maka pilihlah yang terbaik menurutmu.
Ke rumahmu, ayah dan ibumu.
Dia: kamu dong sekarang yg ngomong. Perasaan aku terus yg bawel.
Aku: hmmmm bingung mau ngomong apa. Oh iya, boleh aku minta sesuatu?
Dia: boleh dong.. Minta apa? Jangan yg aneh2 tapi ya..
Aku: kapan-kapan mau gak ajak aku ke Tasik, ketemu mamah sama bapak kamu??
Dia: hah? Serius? Ko tiba-tiba gitu.
Aku: gak tau sih aku jg itu nyeletuk aja. Heheehe
Dia: oke.. Aku siap anter kamu kemanapun, bidadari (:
Aku: okeeehhhh..... :p
Dan mungkin cuma dengan cara ini aku bisa bikin kamu seneng. Sebelum segalanya pisahin perasaan kita nanti. :’)
Segalanya, buat kamu, buat kita.
Suatu malam di telfon
Dia: setelah agenda kita kemarin ke kebun teh, mau kemana lagi kaki kita melangkah sama-sama?
Aku: aku pengen ke pantai, jogja, gunung, Paris.......
Dia: impian kamu bener2 Paris ya..
Aku: hehehe
Dia: yaudah, kapan kamu punya waktu lagi?
Aku: haaaaaah?? Mau ajak aku ke Paris? *muka sumringah*
Dia: bukanlah, aku mau ajak kamu ke Pantai. Satu2 dong, Paris emangnya tinggal ngajleng?
Aku: hehehe iya iya.. Wah mau bangeeets. Abis aku uas yuk.
Dia: iya hayu atuh.. Abis itu kita bikin list baru buat ke tempat yg kamu mau selanjutnya.
Aku: horeeeee..... Okedeh asikkk akhirnya (;
Dia: aku seneng kalo kamu jg seneng. Selagi aku bisa, kenapa engga.
Selagi aku bisa, aku akan mewujudkan semua yg kamu impikan yang belum kamu raih sebelum waktu nanti yg pisahin kita. Apapun permintaan kamu.
Ary Hermawan, 20 thn, sahabatku. :)
yang sekarang aku rasain beda, beda banget. semoga aku dapat lebih mencintaimu lagi, calon imamku. (:
Paris apa Kairo? Mekkah dulu.... (:
ceritanya aku lagi nonton Love In Paris.
Dia: nontonnya percintaan mulu niyeee, awas kebita ntar :p
Aku: yang ada kebita Parisnya hahaha.
Dia: Yakin? gak kebita ke Kairo aja nih? *ups
Aku: aku juga pengen kesitu. Ya kalo bisa semua tempat indah di Dunia ini aku singgahi.
Dia: doain aja ya supaya hidup aku sukses, umur aku panjang, jadi bisa bawa kamu ke tempat yang kamu mau. sama anak-anak kita nanti juga. (:
Aku: hehehehe amin, Ya Rabb (;
Dia: tapi sebelum keliling Paris sama Kairo, kita ke Mekkah dulu aja ya nanti. Kita Haji.in dulu diri kita ^^
Aku: InsyaAllah, Amin..
Mi, kayanya hidup umi udah kaya sinetron ya. dibikin novel juga kayanya bisa. ah aku kalo jadi sutradara kaya Hanung, mau aku jadiin Film deh cerita nyata Umi.
Najia Al-Umri, 19 thn.
Ary Hermawan, 20 Tahun. @ Kebun Teh Subang 27 Desember 2012
ketemu lagi setelah 2 bulan kemarin dia nengok aku ke rumah pas Kakek aku meninggal. Entah angin apa, entah musim apa yang ngebawa dia buat ngajak aku jalan-jalan di akhir taun ini. dan itu cuma ber2, iya ber-dua ajah. ngerti sih, pasti ujung-ujungnya kesana lagi, itu lagi itu lagi. tapi baru kali ini aku berani jujur dan cerita banyak hal ke dia. bukan, bukan buat membiarkan dia jauh dari aku dan menjauhi aku, tapi buat dia bisa lebih mengerti keadaanku sekarang. dan akhirnya memang dia mengerti, alhamdulillah (:
entah mungkin ini hanya perasaan aku aja. aku memang nyaman banget ada di sisi dia, berbagi cerita, saling canda tawa, gak sungkan bahkan kalau aku nangis di depan dia, dia usap air mata aku, dia cerita tentang kehidupan dia, aku banyak ngambil hikmah dari situ. 8 tahun kita udah bareng-bareng, 8 tahun kita udah kenal, dan baru sekarang kita sama-sama ungkapin semuanya. di tanggal 27 Desember inilah kita saling berbagi segalanya, mengungkapkan segala yang tidak pernah diungkapkan. beberapa tahun silam mungkin udah merusak hubungan yang pernah kita jalin. tapi sekarang, kita tahu, bukan hubungan itu yang memang seharusnya ada diantara kita. cuma persahabatan yang bisa membuat kita bersatu. yang mungkin lebih dari segalanya. 
Terima kasih atas semuanya, Tuhan.. Kau pernah kenalkan dia untukku (:
Ry, kemarin bukan hari terakhir kita ketemu ko. masih ada besok-besok-besok dan besoknya lagi. kan season II kita ke pantai :’) I still waiting you..
oh iya satu lagi, wajah dia 8 tahun yang lalu dengan yang sekarang tidak berubah. dan gak ada yang berubah. dia tetap dia, Ary Hermawan yang aku kenal. dari dulu 8 tahun yang lalu, sekarang saat aku sudah 18 tahun, dan sampai nanti sampai mati. (: 

Ary Hermawan, 20 Tahun. @ Kebun Teh Subang 27 Desember 2012

ketemu lagi setelah 2 bulan kemarin dia nengok aku ke rumah pas Kakek aku meninggal. Entah angin apa, entah musim apa yang ngebawa dia buat ngajak aku jalan-jalan di akhir taun ini. dan itu cuma ber2, iya ber-dua ajah. ngerti sih, pasti ujung-ujungnya kesana lagi, itu lagi itu lagi. tapi baru kali ini aku berani jujur dan cerita banyak hal ke dia. bukan, bukan buat membiarkan dia jauh dari aku dan menjauhi aku, tapi buat dia bisa lebih mengerti keadaanku sekarang. dan akhirnya memang dia mengerti, alhamdulillah (:

entah mungkin ini hanya perasaan aku aja. aku memang nyaman banget ada di sisi dia, berbagi cerita, saling canda tawa, gak sungkan bahkan kalau aku nangis di depan dia, dia usap air mata aku, dia cerita tentang kehidupan dia, aku banyak ngambil hikmah dari situ. 8 tahun kita udah bareng-bareng, 8 tahun kita udah kenal, dan baru sekarang kita sama-sama ungkapin semuanya. di tanggal 27 Desember inilah kita saling berbagi segalanya, mengungkapkan segala yang tidak pernah diungkapkan. beberapa tahun silam mungkin udah merusak hubungan yang pernah kita jalin. tapi sekarang, kita tahu, bukan hubungan itu yang memang seharusnya ada diantara kita. cuma persahabatan yang bisa membuat kita bersatu. yang mungkin lebih dari segalanya. 

Terima kasih atas semuanya, Tuhan.. Kau pernah kenalkan dia untukku (:

Ry, kemarin bukan hari terakhir kita ketemu ko. masih ada besok-besok-besok dan besoknya lagi. kan season II kita ke pantai :’) I still waiting you..

oh iya satu lagi, wajah dia 8 tahun yang lalu dengan yang sekarang tidak berubah. dan gak ada yang berubah. dia tetap dia, Ary Hermawan yang aku kenal. dari dulu 8 tahun yang lalu, sekarang saat aku sudah 18 tahun, dan sampai nanti sampai mati. (: 

kenapa Tuhan ciptain celah diantara jari-jari kita? soalnya itu buat membuktikan kalo jari kita bisa bersatu. gak hanya jari, tapi hati kita pun bisa bersatu.
Someone..
ramal or "LAMAR" :3
suatu hari di Kebun Teh, Subang.
aku: ..iya jadi intinya aku ini dijodohin, ayo makanya kamu jangan kalah kalo mau sama aku harus berjuang.. hahahaha *ketawalucu*
dia: malah ketawa *jembel*
kemudian HENING!
dia: kalo aku lamar kamu emang kamunya mau?
aku: ramal? sejak kapan kamu jadi kaya Ki Joko Bodo?
dia: serius ih dodol. kamu mah gawenya becandaan mulu. mau gak aku tanya? *tatap mata*
aku: *memalingkan muka* fikiran aku masih boboloneun gini, masih kaya anak kecil.
dia: kan aku nanya nya mau apa engga? kalo kamu bilang iya, emang mau aku lamar sekarang? PD banget. hahahaha *ketawa lepas*
aku: iiihhhh jahaaaat -___-
dia: ya nanti aku lamar kamu kalo kita udah sama-sama siap ko.
aku: !@#$%^*& *speechlesssssssssss"
Saat segala pekerjaan mengganggu fikiranku, ini salah satu obat penghilang kepenatan itu. Perlu secangkir, dan kesendirian.

Saat segala pekerjaan mengganggu fikiranku, ini salah satu obat penghilang kepenatan itu. Perlu secangkir, dan kesendirian.